Beli lanting dapat undian berhadiah??

Serius nih?…. Mungkin apa yang anda pikirkan juga sama dengan apa yang saya pikirkan. Kita tahu bahwa undian berhadiah merupakan sarana promosi paling cepat untuk dapat meningkatkan omzet penjualan. Banyak toko-toko dalam menawarkan barang dagangannya disertai dengan iming-iming hadiah dengan harapan semakin banyak pembeli membeli produk-produknya. Peningkatan omzet penjualan akan memperbesar margin keuntungan perusahaan sehingga dari keuntungan tersebut dapat menutup biaya sejumlah hadiah yang ditawarkan dari penjualan produk. Namun, bagaimana dengan lanting? Saya awalnya juga kaget setelah melihat teman saya sharing gambar via what app berkenaan dengan undian tersebut.

Continue reading Beli lanting dapat undian berhadiah??

Awal Ramadhan dan Awal Syawal 1435 H / 2014

ramadhan1

Kurang lebih 1 bulan lagi kita akan memasuki bulan suci ramadhan 1435 H. Bulan seribu bulan. Umat muslim sedunia akan menjalankan rukun islam yaitu berpuasa.  Hal yang menjadi menarik untuk dibahas adalah kapan awal ramadhan dan awal syawal?  Dalam menetukan awal bulan, kita harus melihat hilal . Terdapat 2 Metodologi untuk menentukan awal bulan qamariah, yaitu pertama , didasarkan pada penglihatan bulan secara fisik (ru’yatul hilal bil fi’ly) dan kedua, metode perhitungan astronomi (hisab). Masing-masing punya dasar yang kuat sebagaimana dapat dibaca dalam artikel.  http://muslim.or.id/ramadhan/menentukan-awal-ramadhan-dengan-hilal-dan-hisab.html 

Continue reading Awal Ramadhan dan Awal Syawal 1435 H / 2014

Mengamankan Akun Facebook dari Hacking

agg70

Saat ini media sosial facebook merupakan yang terpopuler di dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Masyarakat indonesia yang mempunyai akun facebook jumlahnya mencapai puluhan juta. Meski saat ini sudah mulai muncul media sosial lain semacam twitter, instagram, path dll, popularitas facebook tetap belum tergeser. Banyaknya jumlah akun ini bisa memberi manfaat bagi masyarakat, bisa ajang silaturahmi, media sharing ilmu dan diskusi, bahkan cukup banyak digunakan sebagai media promosi barang dagangan. Istilah populernya toko online. Akan tetapi, dibalik itu semua juga menyimpan potensi bahaya apabila dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, dari penculikan, penipuan, hingga hacking. Untuk kasus hackhing ini sendiri, saya pernah mengalami hal yang tidak mengenakkan. Akun facebook saya berapa kali coba dihack oleh orang lain.

Continue reading Mengamankan Akun Facebook dari Hacking

snack lanting khas kebumen

DSC_5822_wmMakanan ringan khas Kebumen ini memang cukup terkenal di pulau Jawa. Rasanya yang renyah dan gurih membuat makanan lanting dapat disantap disuasana santai bareng teman atau keluarga. Saya sendiri cukup sering membawa makanan lanting ini ke tempat kerja saya di jakarta jika pulang ke kebumen. Tanggapan temen temen kantor cukup beragam, tapi kebanyakan berkata “enaak”. Beberapa bungkus lanting yang saya bawa pasti cepet habis hanya dalam hitungan hari. Beberapa kali temen saya nitip di beliin lanting langsung dari kebumen, karena lanting yang beredar dijakarta menurut mereka tidak seenak yang saya bawa. Perbedaan rasa ini bisa disebabkan beberapa faktor, bisa dibahan baku, cara pengolahan, dan masa penyimpanan. Dan sekalli lagi, mungkin rasa lanting yang dibuat di kebumen memang lebih enak di banding buatan daerah lain. Lanting sering menjadi oleh-oleh wajib bagi wisatawan lokal kebumen atau yg mungkin sekedar lewat kebumen. Meski menjadi primadona para penikmat makanan ringan, lanting belum digarap secara maksimal, dari segi pengolahan pengemasan hingga pemasaran.

Continue reading snack lanting khas kebumen

Ariel -Peterporn-

Ariel -peterporn-???

apaan tuh,,, baru denger,, n gk mudeng… gk jelas,,, gk terima…

itulah yang ada dibenak gw ketika denger istilah tersebut,,,,

*cos gw termasuk sahabat peterpan… 😀

Istilah itu baru pertama kali liat pas ada temenku yang pasang update status. Kaget aja dengan istilah gtu, yah tau sih, istilah itu muncul dari mana cos saat ini lagi heboh2 nya video mesumnya Ariel dan Luna Maya. Apalagi telah beredar lagi yang katanya bersama Cut Tari.

Continue reading Ariel -Peterporn-

Berkarir di CUSTOMER SERVICE Batu Loncatan atau Pilihan? Oleh : Fredy K.E.*

Bagi pencari kerja, seperti mahasiswa yang baru lulus kuliah, dunia Customer Service (CS) adalah area yang masih abu-abu dan penuh tanda tanya. Hal ini dapat dimaklumi karena di Perguruan Tinggi tidak ada mata kuliah yang bernama ‘Customer Service’. Mahasiswa lebih mengenal prospek karir di dunia yang berhubungan dengan jurusannya misalnya; sebagai desain interior, arsitek, R&D engineer, pengacara, dsb.

Kurangnya publikasi di media massa mengenai dunia CS juga menyebabkan kurangnya minat para mahasiswa atau pencari kerja untuk serius berkarir di CS. Mungkin juga hal ini disebabkan oleh sedikitnya tokoh CS yang bisa diangkat sebagai success story di media massa.

‘Gelapnya’ prospek karir juga dirasakan oleh banyak karyawan yang saat ini sudah berkecimpung di dunia CS, pekerjaannya saat ini sering dijadikan sebagai batu loncatan untuk berkarir di bidang lain karena dianggap kurang prospektif dan tidak menarik.

Supply vs Demand
Namun ternyata kondisi di atas kontradiktif dengan kebutuhan dunia bisnis di Indonesia yang saat ini membutuhkan tenaga kerja dari level supervisor sampai level manager yang qualified. Di beberapa perusahaan besar banyak posisi service manager yang masih kosong.

Seorang Presiden Direktur sebuah perusahaan PMA pernah mengeluh tentang sulitnya mencari seorang service manager yang qualified di Indonesia. Segala langkah dan upaya telah dilakukannya untuk mendapatkan kandidat yang sesuai, seperti memasang iklan lowongan di media massa, maupun melalui head hunter. Namun, dari ratusan pelamar atau kandidat yang diajukan oleh head hunter, ternyata tak satupun memenuhi kriteria yang diharapkan. Akibatnya posisi tersebut lowong selama setahun.

“.. ketidakseimbangan supply vs demand yang terjadi adalah ketidakseimbangan semu..”

Ya, tingkat pemenuhan (supply) & kebutuhan (demand) praktisi CS memang sedang tidak seimbang. Akibat tingginya demand terhadap tenaga kerja CS yang qualified, maka tidak heran terjadi aksi saling ‘membajak’ service manager dari perusahaan satu atas perusahaan lainnya. Bahkan karena sulitnya mencari kandidat yang sesuai, karyawan yang berada di second layer-pun ditawari untuk pindah ke perusahaan baru dengan iming-iming gaji dan posisi lebih tinggi.

Namun sebenarnya ketidakseimbangan supply vs demand ini adalah semu. Lowongan yang tersedia cukup banyak, dan jumlah kandidat untuk mengisi lowongan yang ada begitu berlimpah, namun hanya sedikit yang memenuhi kualifikasi untuk mengisi posisi yang ada.

Faktor lain yang memicu ketidakseimbangan supply vs demand adalah tingginya permintaan perusahaan outsource CS, seperti layanan Call Center dan CRM yang terus memperbesar kapasitasnya untuk mengimbangi jumlah pelanggan/klien mereka yang makin meningkat.
Pangsa pasar Indonesia yang menarik ini ternyata juga memikat perusahaan outsource asing untuk membuka jaringannya di Indonesia.

The Power of Reference
Kriteria utama yang dipertimbangkan oleh perusahaan terhadap kandidat Service Manager adalah pengalaman. Pengalaman sangat diperlukan, karena kebutuhan atas posisi Service Manager bisa dikategorikan untuk beberapa kebutuhan, yaitu:

  • Pembentukan unit/divisi CS baru.
  • Pembenahan / maintain organisasi CS.
  • Pengembangan & perluasan organisasi CS.


Tidak heran, untuk hunting kandidat yang berpengalaman banyak perusahaan yang masih menggunakan metode tradisional, yaitu mencari referensi dari para manager senior yang lama berkecimpung di dunia CS. Seringkali para manager senior menjadi rujukan para head hunter maupun HRD dari perusahaan lain untuk memberikan referensi kandidat yang sesuai.

Kekuatan referensi ini adalah merupakan salah satu alasan mengapa seringkali posisi atau lowongan yang kosong di beberapa perusahaan besar ternyata sering tidak dipublikasikan melalui media. Perusahan tersebut lebih menyukai memilih kandidat yang terpercaya kredibilitasnya melalui referensi dari sumber yang terpercaya, daripada menyaring ratusan pelamar yang memakan waktu dan biaya.

Pemberian referensi adalah hal yang normal dalam dunia kerja. Tujuannya adalah memberikan pandangan secara obyektif terhadap sang kandidat. Maklum, kadangkala apa yang tertulis di CV sang pelamar tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya.

Tentunya referensi ini berbeda dengan katabelece yang berkonotasi kolusi & nepotisme. Kandidat yang direferensikan pun tetap harus mengikuti proses seleksi yang ada di masing-masing perusahaan, seperti interview, psikotest, maupun medical check-up.

Perusahaan elektronik umumnya lebih menyukai kandidat yang mempunyai pengalaman dan spesialisasi di bidang Customer Service. Ini bisa dimaklumi, karena di Indonesia ‘sekolah’ spesialisasi bidang CS adalah pengalaman kerja. Manajemen pelanggan dan pengembangan organisasi CS adalah diasah dari pengalaman di lapangan, dan dipoles oleh kegiatan pelatihan.

Sebagai ilustrasi, kriteria yang sering dijadikan sebagai pertimbangan untuk posisi Service Manager:

  • Pengalaman & track record dalam mengelola organisasi CS.
  • Kemampuan manajerial (manajemen logistik/part, Human Resources, CRM, Call Center, dsb.).
  • Communication skills.

Mantapkan Pilihan
Bagi karyawan yang saat ini sudah berkecimpung di dunia Customer Service ada baiknya mulai memantapkan diri untuk secara serius berkarir di jalur ini. Asahlah kemampuan yang Anda miliki dengan selalu mengupdate diri mengikuti perkembangan jaman.

Misal; seorang call center agent dapat mempelajari manajemen komplain pelanggan & manajemen operasional untuk menjadi seorang supervisor call center. Supervisor call center-pun harus selalu mengasah kemampuan dalam bidang managerial untuk bisa menduduki posisi Call Center Manager.

Bagi yang telah menduduki posisi Call Center Manager bisa membuat track record baru untuk mengembangkan dan mengimplementasikan Customer Relationship Management (CRM).
Dari sini pilihan karir seorang Call Center Manager bisa ‘menyeberang’ ke beberapa jalur, misal; sebagai CRM Manager, Customer Service Manager, atau sebagai Public Relation Manager.

Bila ingin bersolo karir, mendirikan perusahaan outsource call center, Authorized Service, atau memberikan jasa pelatihan adalah alternatif yang menarik. Namun tentunya hal ini harus didukung oleh track record yang bagus sebagai kunci untuk meyakinkan calon klien Anda.

Sebenarnya banyak alternatif karir yang bisa didapatkan pada level manager, mengingat di dalam organisasi Customer Service banyak disiplin ilmu yang terlibat, seperti; Akunting/finance, Logistik, Engineering, Human Resources, dan sebagainya.

Kuncinya : apapun posisi Anda di dalam organisasi CS, kuasailah ilmu utamanya yaitu “Manajemen Pelanggan”.
Dengan demikian Anda akan mempunyai nilai lebih dan siap untuk memasuki area manajerial yang lebih tinggi.

“Apapun posisi Anda di organisasi CS, kuasailah selalu “Manajemen Pelanggan”.

Yang terakhir, perluaslah networking & interaksi sosial dengan rekan seprofesi atau senior dari perusahaan lain. Banyak klub atau asosiasi profesi yang bisa Anda ikuti. Dari media berkumpul ini Anda akan mendapatkan banyak hal, misal; pelatihan ketrampilan, perkembangan dunia bisnis, atau informasi ‘dari dalam’ tentang posisi yang lowong.

Namun niat untuk ikut klub/asosiasi ini jangan semata karena ingin mendapatkan pekerjaan lebih baik di perusahaan lain. Kontribusi Anda pada klub/asosiasi, dan track record di tempat bekerja sekarang juga menjadi faktor penentu layak/tidaknya Anda mendapatkan informasi atau referensi dari anggota klub lainnya.

Selamat berkarir di Customer Service & Semoga Sukses!!!

Kegagalan TQM, kesuksesan six sigma

“TQM sudah mati”. Itulah yang dikatakakan oleh Peter S. Pande. Dia mengungkapkan bahwa six sigma mempunyai potensi untuk sukses melampaui tingkat perbaikan yang telah dicapai melalui banyak usaha TQM. Program-program kualitas dimasa lalu menjadi korban yang melukai hati dan juga reputasi TQM.

Kegagalan TQM dimulai dari ketidakjelasan konsep tentang “kualitas” itu sendiri. Kualitas merupakan istilah yang mempunyai banyak perbedaan makna. Konsep yang tidak jelas membuat kebingungan banyak orang dalam usaha bisnisnya. Apalagi pada pendekatan baru yang saat ini bermunculan, misal sertifikasi ISO9000, hal ini akan menjadi sangat buruk bagi perusahaan apabila konsep “kualitas” pada ISO9000 tidak terintegrasi dengan konsep kualitas yang sudah ada dalam organisasi bisnis anda.

Pada tataran konsep, six sigma mungkin juga mempunyai kesulitan yang sama dengan TQM. Bagaimanapun, kata six sigma tidak dapat dijelaskan secara sempurna. Dalam buku six sigma way, six sigma adalah system bisnis untuk mencapai dan mempertahankan sukses melalui focus pelanggan, manajemen & perbaikan proses, dan penggunaan fakta data secara bijaksana. Dari definisi tersebut sudah sangat jelas ukuran, dan spesifik apa yang dikendaki dari six sigma.

Kelemahan TQM yang paling mudah dideteksi adalah terlalu focus pada kualitas produk. Banyak usaha kualitas dikonsentrasikan pada proses produksi atau pemanufakturan, bukan pada pelayanan, logistic pemasaran atau area-area lainnya.
Sebagai contoh : perusahaan makanan cepat saji menfokuskan tim-timnya pada peningkatan kualitas produk makanan mereka agar lebih higienis, sehat, enak dll ( hal ini memang penting). Namun bila terlalu menekankan pada hal itu, yang terjadi adalah pembeli tidak memperoleh makanan dengan tepat waktu. Hal ini sangat menyimpang dengan dengan tujuan perusahaan tersebut yang menyediakan makanan cepat saji.

Sejarah six sigma motorola (dikutip dari buku six sigma way oleh Peter S. Pande dkk)

Pada tahun 1980an dan awal 1990an, Motorola merupakan salah satu dari banyak korporat AS dan Eropa dimana produk yang mereka luncurkan (bersama-sama dengan makanan dan snack lainnya) dimakan oleh para pesaing dari jepang. Dan pemimpin atas Motorola mengakui bahwa kualitas produknya mengerikan. Mereka berada pada (mengutip veteran six sigma) “dalam area luka”. Seperti banyak perusahaan waktu itu, Motorola tidak mempunyai sebuah program kualitas. Motorola mempunyai beberapa program, tetapi pada tahun 1987, keluar sebuah pendekatan baru dari sector komunikasi Motorola –pada saat itu dikepalai oleh Georghe Thiler yang kemudian menjadi top executive di Kodak- konsep perbaikan inovatif itu adalah “six sigma”.

Six sigma memberikan kepada Motorola –sekarang ini yang diberikan jauh lebih banyak- sebuah cara yang sederhana dan konsisten untuk melacak dan membandingkan kinerja dengan persyaratan pelanggan (ukuran six sigma) dan sebuah target ambisius dari kualitas yang sempurna secara proaktif (tujuan six sigma)

Sebagaimana six sigma menyebar ke seluruh perusahaan –dengan dukungan kuat chairman Motorola, Bob Galvin- six sigma memberikan “otot” ekstra kepada Motorola untuk mencapai tujuan-tujuan yang ada pada saat itu seperti tidak mungkin: target awal pada tahun 1980an sebesar 10 kali peningkatan pada lima tahun, diperkecil menjadi tujuan 10 kali peningkatan setiap 2 tahun –atau 100 kali dalam 4 tahun. Meskipun sasaran six sigma penting, tetapi perhatian lebih banyak diberikan kepada rata-rata peningkatan dalam proses dan produk.

“Perubahan” Motorola dalam jangka panjang sama luar biasanya dengan hasil yang dicapai General Electric hanya dalam waktu beberapa tahun. Hanya 2 tahun setelah menggunakan six sigma, Motorola mendapat penghargaan dari Malcolm Baldrige National Quality Award. Karyawan total perusahaan naik dari 71.000 menjadi lebih dari 130.000. Namun demikian, dala decade antara permulaan six sigma pada tahun 1987 dan 1997, prestasi-prestasi yang dicapai Motorola adalah :
1.    Pertumbuhan 5 kali lipat dalam penjualan, dengan laba meningkat hampir 20% pertahun.
2.    Penghematan kumulatif berdasarkan usaha-usaha six sigma ditetapkan pada $14 miliar
3.    Pendapatan harga saham Motorola ditutup pada rate tahunan 21,3%

Hal yang dicapai Motorola pada tingkat korporat adalah produk dari ratusan usaha perbaikan individual yang mempengaruhi rancangan produk, pemanufakturan dan jasa di semua unit bisnisnya. Motorola telah menerapkan six sigma sebagai sebuah cara untuk mentransformasikan bisnis, sebuah cara yang didorong oleh komunikasi, pelatihan, kepemimpinan, teamwork, pengukuran dan focus kepada pelanggan.

Bisakah six Sigma pada layanan publik?

Mengutip pendapat D. Manggala, dia mengatakan dalam buku Six sigma sederhana :
“dulu dan sekarang, masih sering organisasi mengukur dan menggambarkan usaha mereka dengan istilah “average atau rata-rata”, average cost, average cycle time, average skipment size dan seterusnya. Tapi istilah tersebut dapat menyembunyikan masalah karena menyamarkan variasi”

Sebagai gambaran sederhana, jika standar pemberian layanan antara 15-20 menit, maka jika pelanggan selesai menerima layanan dalam waktu 25 menit, maka itu adalah cacat atau defect.
Defect atau cacat adalah segala hal produk dan jasa yang tidak sesuai dengan keinginan pelanggan. Defect inilah yang menyebabkan beberapa pelanggan merasa tidak mendapatkan pelayanan yang tidak sesuai dengan harapan atau keinginan pelanggan. Hal ini yang menjadi kelemahan penghitungan saat ini karena menghilangkan variasi.

D. Manggala mengungkapkan apabila suatu organisasi/perusahaan tidak mampu memenuhi harapan pelanggan dan menyebabkan pelanggan tidak puas, berarti bersiap-siap untuk gulung tikar. Hal ini juga berlaku bagi penyedia jasa layanan publik. Meskipun Negara tidak mungkin mengalami kebangkrutan, besar kemungkinan masyarakat akan merasa ketidakpuasan ini. Dan memungkinkan untuk mencari alternative lain (swasta) yang sama-sama menyediakan jasa layanan tapi dengan pelayanan yang lebih baik.