Bangunan itu sudah rata dengan tanah

Suatu hari, cuaca cukup cerah dan matahari bersinar cukup terik. Cuaca yang cukup bagus untuk beraktivitas menjemur genteng. Ya, menjemur genteng. Jangan heran ketika matahari menampakan diri, tumpukan-tumpukan genteng sudah berjejer-jejer di halaman rumah. Setiap ruang kosong yang ada akan dimanfaatkan untuk menjemur genteng. Hal yang tidak aneh mengingat sebagian besar masyarakat disekitar menggantungkan hidup dari industri genteng skala rumah tangga. Industri inilah yang membuat denyut jantung perekonomian warga terus berdetak. Begitu juga dengan Ayah, menggantungkan perekonomian keluarga dengan “menjual tanah air”-sebutan bagi para orang luar yang melihat kami sebagai penjual genteng tanah liat.

Halaman rumah kami penuh berjejer genteng yang sedang dijemur. Aktivitas menjemur genteng masih dilakukan secara manual oleh para pekerja yang tidak lain warga tetangga. Untuk menjemur genteng biasanya butuh 3-4 orang, semakin banyak genteng yang dijemur semakin banyak pula bekerja yang dibutuhkan. Mbok Jar salah satu pekerja yang sering ikut “ngrewangi” keluarga kami. Rumahnya pun berdampingan, sebelahan persis, hanya dipisahkan oleh jalan setapak. Sejak kecilpun saya sering bermain dirumahnya jadi sudah seperti keluarga sendiri. Ayah sering mempercayakan Mbok Jar untuk menjemur genteng, termasuk menghitung jumlah gentengnya. Pada proses penjemuran, sering kali genteng pecah dengan berbagai sebab dari retak dari rak, terjatuh, dan bahkan terinjak aktivitas warga yang lalu lalang.  Jadi sangat penting untuk mempercayakan pada orang yang kita kenal agar dalam pengitungan genteng sesuai dengan jumlah yang sebenarnya.

Genteng yang sudah dijemur mulai ditumpukan di area tempat pembakaran, tempat dimana genteng akan melewati proses pembakaran. Bangunan tinggi itu dominan terbuat dari batu bata, dimana ada lubang-lubang seperti terowongan dibagian bawah untuk tempat menaruh kayu sebagai media pembakaran. Kami menyebut bangungan itu tobong. Untuk memasukan genteng ke dalam tobong tidaklah mudah. Ada dua tugas utama dalam melakukan proses tersebut. Kelompok pertama yang menggotong genteng, sedangkan kelompok kedua yang menata genteng didalam tobong. Perlu ketrampilan yang memadai dalam menata genteng agar genteng dapat tertata dengan baik, tidak acak-acakan ataupun miring. Penataan genteng yang baik membuat tobong mampu menampung genteng secara maksimal. Tidak heran, adanya perbedaan kesulitan ini menyebabkan masing-masing kelompok mempunyai bayaran yang berbeda.

Jarak antara tobong dengan rumah kami tergolong dekat, hanya dipisahkan oleh halaman yang  dengan jarak sekitar 10an meter. Apapun aktivitas di area tobong itu terlihat dengan jelas dari teras rumah. Termasuk aktivitas kelompok pertama yang membawa genteng ke dalam tobong. Ayah sering memantau para pekerja dari teras rumah sambil merebahkan tubuhnya diteras. Cukup nyaman tanpa alas sehingga terasa lebih adem dan sejuk. Pekerja pada kelompok pertama biasanya sangat banyak. Meskipun bayaran yang ditawarkan tidak sebanyak kelompok kedua, namun peminat pada tugas ini sangat banyak. Beban kerja kelompok pertama ini memang tidak seberat kelompok kedua. Jadi jangan heran biaya yang dikeluarkan bisa lebih banyak karena warga yang berpartisipasi cukup banyak di kelompok pertama.

Para pekerja telihat sudah selesai melakukan tugasnya, mereka berbodong-bondong dari tobong menuju teras rumah, tempat dimana Ayah duduk santai sambil mengawasi pekerjaannya. Mereka menanti pembagian pecahan rupiah, buah hasil kerja mereka. Ayah mulai menumpuk dan memilah koin demi koin, membagi koin dengan jumlah yang sama. Saya pun penarasan melihatnya, saya dekati Ayah dan membuka kreseknya. Saya pun terkejut, uang recehannya begitu banyak .

“bantu ngitung uangnya ya, setiap tumpuk jumlahnya Rp. 2500,-” ujar Ayah.

“nggih Pak..”

Tentu saya bersemangat, kapan lagi bisa melihat uang recehan yang begitu banyak.  Satu demi satu uang ditumpuk, harus hati-hati dan teliti agar jumlahnya sama. Saking takut salah jumlah, saya jadi terlalu lama menghitung uang recehannya. Alhasil bukannya membantu malah memperlambat.

“tumpuk saja sampai tingginya sama dengan yang sebelahnya”

“oh iya Pak, kalau tingginya sama, pasti jumlahnya juga sama ya Pak?”

Ayah pun mengangguk sambil meneruskan menghitung uang. Saya hanya tersenyum sambil melanjutkan.

**

Ingatan yang muncul begitu saja dipikiran, saat memandang halaman rumah dari teras. Melihat halaman yang sudah berbeda, jauh lebih lapang karena bangunan tinggi tempat pembakaran itu sudah rata dengan tanah. Ya, tobong itu sudah dirobohkan dan sebagai gantinya ditanam beberapa pohon agar tidak terlihat gersang. Hanya tersisa sedikit puing-puing batu-bata yang masih berserakan. Sama halnya dengan kenangan yang berupa kepingan-kepingan yang perlu dirajut untuk diingat kembali. Dan di teras yang nyaman ini, lamunan ingatan ini dirajut lagi.

Subsidi domain .id

Siapa yang tidak tertarik dengan iming-iming harga miring?? Dengan adanya diskon, harga yang biasanya mahal bisa kita dapat dengan harga yang lebih terjangkau. Menarik bukan? Strategi ini menjadi hal lumrah untuk menjaring pelanggan atau bisa juga merupakan bentuk apresiasi bagi para pelanggan setianya. Begitu juga dengan Pengelola Nama Domain Indonesia (PANDI) yang memberikan promo besar-besaran bagi para pengguna internet di Indonesia. Promo domain id yang murah memang bertujuan untuk meningkatkan pengguna domain id di Indonesia.

Continue reading Subsidi domain .id

Mengembalikan blog ke marwahnya

Ternyata sudah cukup lama blog ini tidak saya kelola. Hampir dua tahun belakangan ini, blog saya biarkan begitu saja, tidak ada tulisan yang saya buat. Sesekali saja saya login untuk sekedar melihat “rumah” yang sudah saya tempati sejak tahun 2008. Ya… sejak itu saya sudah bergabung dengan situs blog gratis dan sepertinya blog ini tidak ada perkembangan yang signifikan. Apabila dibayangkan ada rumah kosong yang lama tak ada penghuninya tentu menyeramkan bukan? Begitulah keadaannya. Mati suri cukup lama. Dilihat pun tidak menarik.

Continue reading Mengembalikan blog ke marwahnya

[repost] Liburan ke Pantai Menganti

d98f7-dscf2782
Liburan pekan lalu, kebetulan saya sedang kebumen. Jadi mumpung pulang, dan kebetulan saudara sepupu yang sedang di Kebumen ngajak jalan-jalan. Ada beberapa tujuan wisata di Kebumen, kemudian kami memutuskan untuk pergi ke Pantai Menganti. Lokasi Pantai Menganti berada di Kecamatan Ayah, merupakan bagian selatan Kabupaten Kebumen. Objek wisata ini sebenrnya sudah cukup lama terdengan bagi wisatan lokal kebumen. Akan tetapi pesona alam Mengantu mulai dilirik ketika salah satu acara tv swasta yang di presenteri Deny Sumargo datang ke Pantai tersebut. Kini semakin banyak orang yang ingin berkunjung kesana.
Untuk menuju ke lokasi, saya kesana menggunakan sepeda motor. Menggunakan sepeda motor dirasa lebih praktis (gegara belum bisa nyetir aja,,hehee). Start dari rumah di desa Kedawung (kec. Pejagoan) kami berangkat pada pukul 7.30. Rute yang kami ambil ke arah selatan terlebih dahulu menuju Petanahan. Sebelum pasar petanahan kami belok kekanan ke arah barat menuju pantai Suwuk. Dari pantai suwuk masih lanjut ke arah barat, dari sini jalan mulai menanjak dan berkelok-kelok. Papan petunjuk memang belum secara spesifik menujukkan arah ke Pantai Menganti sehingga kami memacu kendaraan agar tidak terlewat. Semakin lama tanjakan dan turunan semakin tajam. Untuk mencapai lokasi memang butuh perjuangan. Biasanya tempat wisata yang bagus akses ke lokasi harus perjuangan “ekstra”.

Continue reading [repost] Liburan ke Pantai Menganti

[repost] Liburan ke Kawah Putih

holidayPekan lalu, mumpung lagi weekend, kebetulan ada temen yang ngajak mbolang ke kawah putih. kayaknya kalau jalan-jalan asyik nih., Yowesss berangkaatttt.. Apalagi sudah cukup lama saya mendengar objek wisata tersebut. Katanya gini begitu, pokoknya bagus. Jadi makin penasaran dah, seperti apa kawah putih.

Continue reading [repost] Liburan ke Kawah Putih

The A Team…

the-a-team1

Kemaren gw ntn film The  A Team, gk nyesel gw ntn ne film dengan penuh kenekatan bareng temen-temen kantor gw.. gimana tidak kami menuju bioskop dengan menerjang jalanan jakarta tanpa menggunakan helm…!!!

Berabe bgt kalo saja mpe ketauan Polisi… hehehee..

Pas dijalan aja ketemu polisi sekali, untung aja pas dipertigaan yang ada traffic light, jadi yang mbonceng turun dulu dah,,,,, setelah jalan kedepan naik lagi,,,, hahahaa

BTT ( Back To Topic)

The A Team merupakan sebuah film garapan Joe Carnahan. Film ini menceritakan sebuah petualangan yang diperankan Kolonel Hannibal Smith (Liam Neeson), ahli penyamaran memimpin kelompok untuk misi khusus yang memiliki kecepatan, keterampilan luar biasa untuk sebuah tim yang sangat eksentrik, sangat cerdas menyusun rencana dengan tingkat keberhasilan yang sangat tinggi.

Continue reading The A Team…

Jakarta yang menyebalkan

yah… mungkin kata itu yang cukup tepat untuk menggambarkan kondisi hiruk pikuk Jakarta -Ibu Kota Negara kita. Macet, Polusi, Kriminalitas, Kawasan kumuh, dan segala macam masalah yang terjadi disebuah kota metropolitan.

Sudah hampir 5 bulan gw tinggal di jakarta karena tuntutan pekerjaan. Yang ada di benak gw tentang  Jakarta di awal kedatangan??? wooowwww… kota yang luar biasa. Gedung megah, jalanan yang sibuk, pusat hiburan ada dimana. Segala hal yang kamu inginkan ada semua di Jakarta. Kamu mo jadi apapun bisa disini. Hal itulah yang menjadi daya tarik orang-orang desa untuk pergi ke kota untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih layak. Apalagi diiming-imingi cerita sukses teman-teman yang lain.

Continue reading Jakarta yang menyebalkan

“Wong ndeso” nginep di Peninsula

wong ndeso bgt,,,,

itulah gw tuh,,, gw inget2 kejadiannya ini bener2 memalukan,,, dont try this at hotel…. 😀

Kejadian ini blum lama terjadi ketika gw ada tugas dari kantor untuk mengikuti pertemuan yang di selenggarakan di Hotel Peninsula.

Singkat cerita, gw gk tau tuh Hotel dimana, maklum lum lama gw stay di Jakarta yang hiruk pikuknya jauh bgt dr kota asal gw,,, Kebumen.. udah dikasih tau ancer2nya tetep aja nyasar,,,hahaaa,,, ;p

Hotel udah didepan mata pun masih tanya ama tukang tambal ban… langsung aja dijawab,,” itu pak, gedung yang itu….”

Continue reading “Wong ndeso” nginep di Peninsula

Pingin Nge-Blog lagi,,,,

wah,,,,, baru nyadar juga ternyata gw dah lama bgt gk nge-update blog gw,,,,, hmmm,,,, terakhir sekitar bulan desember 2008,,,,!!! itu aja kebanyakan berita kopas dari detiknews.com…

kalo yang asli tulisan gw,,,, hehheee,,, jangan tanya deh,,,, dikit bgt,,,,;D

gak tau napa lagi pingin nge-blog ria lagi,,,,

ayuukkk kita galakan nulis2… semrawut gpp yang penting jangan sembarangan…. hehee…

dah jam 5 sore,,, saatnya pulang kerja dulu,,,,,

ciao…..

nyasar ke tempat penimbangan?????

lanjutan kisah setelah nyasar di Atmajaya

hahaa…

perjalanan gw ke jogja buat daftar STAN emang perlu perjuangan ekstra…setelah kejadian yang sedikit memalukan,,,,,, (BANGET…..;p) masih ada aja kejadian lucu lagi.,…

pas mo balik kebumen,,,(naek motor waktu itu)….  gw ama temen, mo ke pom bensin,,,,, tentu buat ngisi bensin,,,,

nahhhh,,,,, yang bikin gw ketawa,,, bisa2nya temen gw salah masuk ke tikungan mo ke penimbangan…..!!!!!

sebeneranya gw juga mule nyadar pas dia nyalain lampu “riting”… gw liat perasaan pom bensin ada di depan, tpi temen gw dah nyalain lampu riting, dan gelagat mo nikung aja,,,,

gw biarin aja, kirain dia yang iseng mo ngerjain gw,,,, eh gk taunya dia kagak nyadar…..!!!!

abis itu pecah dah ketawa gw,,,,, hahahahaa… parah abis nih anak,,,, ;p