Posted in My Stories

Mengembalikan blog ke marwahnya

Ternyata sudah cukup lama blog ini tidak saya kelola. Hampir dua tahun belakangan ini, blog saya biarkan begitu saja, tidak ada tulisan yang saya buat. Sesekali saja saya login untuk sekedar melihat “rumah” yang sudah saya tempati sejak tahun 2008. Ya… sejak itu saya sudah bergabung dengan situs blog gratis dan sepertinya blog ini tidak ada perkembangan yang signifikan. Apabila dibayangkan ada rumah kosong yang lama tak ada penghuninya tentu menyeramkan bukan? Begitulah keadaannya. Mati suri cukup lama. Dilihat pun tidak menarik.

Selama mati suri itu, saya masih login untuk sekedar beres-beres tampilan blognya, baik itu tata letak, tampilan maupun widgetnya. Pada saat itu saya berpikir, bahwa dari pada blog ini tidak ada tulisan, ada baiknya saya manfaatkan sebagai media promosi.  Apa yang saya promosikan? Usaha keluarga saya. Konten pertama yang saya masukan usaha genteng dan konten yang selanjutnya usaha bordir yang merupakan usaha sepupu. Saya sangat bersemangat mengatur “rumah” ini agar menjadi blog sekaligus media promosi. Istilah orang awam, sambil menyelam sekalian minum air. Nah, disinilah letak kegagalan saya. Semakin saya atur konten usahanya, semakin saya kerepotan sendiri. Feature yang ada pada blog ini tidak maksimal untuk saya  fungsikan menjadi “toko online”.

Blog pribadi dan toko online merupakan dua hal yang berbeda. Kita tidak bisa serta merta memanfaatkan blog untuk media promosi. Maka saya berusaha untuk meluruskan niat nulis blog hanya untuk menulis. Mengembalikan marwah blog ini ke tujuan awal untuk apa blog ini dibuat. Jika ingin membuat blog untuk usaha harus membuat toko online tersendiri. Disamping terkendala feature web yang berbeda, blog dan toko online mempunyai “market” yang berbeda pula.

Frustasi dengan keadaan rumah yang berantakan, saya mencoba untuk mencari rumah baru. Sangat kebetulan, kominfo sedang gencar-gencarnya mempromosikan domain .id agar digunakan secara luas oleh masyarakat. Bahkan mereka memberikan subsidi (klik) agar masyarakat segera beralih ke domain id.  Saya pun cukup tertarik untuk mencobanya. Lalu? bagaimana pengalamannya ganti rumah? Hanya setahun di domain id, saya kembali kerumah yang lama ini,🙂

Nantinya pasti saya akan share pengelaman ketika saya menempati domain id. Semoga bisa tetep istiqomah agar blog ini tetap menjadi media menulis.🙂

2 thoughts on “Mengembalikan blog ke marwahnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s