Posted in Genteng

Industri Genteng Kebumen

MENYINGGUNG masalah sumber daya penggalian di Kebumen, satu yang cukup menonjol adalah potensi tanah liat. Kabupaten Kebumen cukup lama dikenal dengan industri genteng yang diusahakan di tingkat home industry. Pusat industrinya di lima kecamatan, yaitu Kecamatan Sruweng, Pejagoan, Adimulyo, Klirong, dan Kutowinangun.
Gema industri genteng Kebumen dengan nama produk genteng Sokka memang cukup lama dikenal di Jawa Tengah. Namanya disejajarkan dengan industri genteng terkenal lainnya, seperti genteng Jatiwangi asal Majalengka, Jawa Barat. Hanya saja genteng Sokka masih memiliki kelemahan pada teknik pencetakan yang tradisional.

Industri genteng yang juga mengandalkan sumber daya alam ini, secara eksternal cukup positif karena memunculkan nama Kebumen di pasar genteng nasional khususnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Namun, secara internal ada plus dan minusnya. Plusnya karena hasilnya mampu menghidupi sebagian penduduk, sedangkan minusnya karena penggalian tanah liat yang tanpa aturan akan merusak lingkungan. Lahan yang diambil tanah liatnya sebagian besar merupakanbekas sawah yang dijual pemiliknya seusai panen. Alih fungsi dari lahan sawah menjadi tanah galian itu membuat lahan rusak dan tidak dapat ditanami lagi.
Dalam hal ini, Pemerintah Kabupaten Kebumen hanya dapat mengimbau warganya untuk berhati-hati dalam pemanfaatan lahan, khususnya penggalian untuk industri genteng. Alasannya, keuntungan yang didapat dari industri ini tidak sebanding dengan kerusakan alam yang ditimbulkan. Tingkat kesejahteraan penduduk yang mengusahakannya tetap rendah karena genteng hanya sebuah produk biasa yang tak bernilai jual tinggi. Harga jual genteng Sokka saat ini Rp 500-Rp 1000 per buah.
Selain nilai produk yang rendah, pemasukan dari pajak dan retribusi juga dianggap kecil. Pajak yang diperoleh dari penggalian dan pengolahan bahan galian golongan C pada pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2001 Rp 28 juta atau 0,3 persen dari PAD. Retribusi jalan yang dikenakan bagi truk pengangkut Rp 150 per truk. Untuk pengaturan masalah penggalian tanah ini
pemerintah kabupaten belum dapat membuat peraturan daerah (perda).
Satu sumber usaha di Kebumen yang juga mengandalkan alam dan diizinkan pemerintah kabupaten adalah penambangan kerikil dan pasir untuk bahan bangunan.

Lokasi utamanya di Sungai Luk Ulo. Setiap hari di salah satu alurnya di Kecamatan Karangsambung, sungai yang kelokannya seperti gerakan ulo (ular) itu dipenuhi truk penambang pasir. Tingkat sedimentasi
yang dikenal tinggi di Kebumen menyebabkan air sungai hampir tak tampak lagi karena tertutup material bebatuan dan pasir hasil erosi di darat.
Meski dari proses erosi berakibat negatif, untung hasil sedimentasi mempunyai nilai positif karena sedikitnya dapat menafkahi sebagian penduduk Kebumen. Penambangan kerikil dan pasir cukup berperan dalam meningkatkan kegiatan ekonomi penggalian dan industri, khususnya industri
bahan bangunan. (Palupi P Astuti/ Litbang Kompas)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s