Posted in Serba Serbi

snack lanting khas kebumen

DSC_5822_wmMakanan ringan khas Kebumen ini memang cukup terkenal di pulau Jawa. Rasanya yang renyah dan gurih membuat makanan lanting dapat disantap disuasana santai bareng teman atau keluarga. Saya sendiri cukup sering membawa makanan lanting ini ke tempat kerja saya di jakarta jika pulang ke kebumen. Tanggapan temen temen kantor cukup beragam, tapi kebanyakan berkata “enaak”. Beberapa bungkus lanting yang saya bawa pasti cepet habis hanya dalam hitungan hari. Beberapa kali temen saya nitip di beliin lanting langsung dari kebumen, karena lanting yang beredar dijakarta menurut mereka tidak seenak yang saya bawa. Perbedaan rasa ini bisa disebabkan beberapa faktor, bisa dibahan baku, cara pengolahan, dan masa penyimpanan. Dan sekalli lagi, mungkin rasa lanting yang dibuat di kebumen memang lebih enak di banding buatan daerah lain. Lanting sering menjadi oleh-oleh wajib bagi wisatawan lokal kebumen atau yg mungkin sekedar lewat kebumen. Meski menjadi primadona para penikmat makanan ringan, lanting belum digarap secara maksimal, dari segi pengolahan pengemasan hingga pemasaran.

Saya pernah kepasar tradisional beberapa kali, bahwa sebenarnya lanting punya potensi untuk digarap. Image lanting kebumen cukup bagus. Industri makanan lanting lebih dominan di buat dalam skala industri rumah tangga, sehingga tidak ada standar bakunya. Hal ini dapat dilihat dari kemasan lanting yang kebanyakan minimalis tidak ada nomor depkes, sertikasi halal, penjelasan kompisisi dan kandungan gizi hingga pengemasan serta merek (branding). Fokus produksi lanting saat ini lebih didasarkan kuantitas dan harga yang ekonomis, belum menyentuh kualitas. Apakah bisa? semua bisa, bisa kita bandingkan dengan makanan ringan olahan dengan bahan baku yang sama (singkong). Saat ini banyak kita temui di ind*maret atau supermarket lainnnya yang menjual keripik singkong dengan berbagai merek. Dengan “naik kelas”nya keripik singkong harga jual berbeda dengan keripik singkong yang tidak bermerek. bagi produsen tentu omzet naik dan bagi konsumen mereka memperoleh makanan yang terjamin kualitasnya.

Dari sekian banyak lanting yang pernah saya coba, lanting merah putih (foto diatas) menjadi paling favorit buat saya. Sebetulnya saya tidak tahu sebutan untuk lanting ini karena dari segi ukuran lebih besar dibanding ukuran lanting yang banyak beredar dipasaran. Istilah lanting merah putih ini juga saya peroleh dari sipenjual untuk membedakan dengan lanting berbagai rasa. Yang berbeda dari lanting ini selain ukurannya yang lebih besar, lanting ini mempunyai tekstur yang lebih renyah karena tingkat kepadatan lanting ini lebih tipis, tidak sepadat lanting yang lain. Disamping itu, lanting ini lebih gurih karena tidak terlalu banyak bumbu, mungkin hanya garam dan sedikit bawang, sehingga rasanya tidak membuat “eneg” untuk dikonsumsi. Masalah rasa memang kembali ke selera, ada banyak rasa lanting yang saat ini beredar dipasaran, dari yang rasa asli (bawang), sapi panggang, jangung, lombok ijo hingga rasa keju. Buat pembaca, kalau berkunjung kebumen atau mungkin lewat kebumen, mampirlah untuk membeli lanting. Dimana? banyak dijual ditoko oleh-oleh, atau kalau mau harga lebih murah dengan kualitas yang sama, bisa datang dipasar tradisional kebumen atau pasar karanganyar. Pasar tradisional jorok? anda salah, Pasarnya bagus, baru 2013 direnovasi.šŸ˜€

One thought on “snack lanting khas kebumen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s