Posted in Internazionale Milan

Ironi Balotelli dan Orang Tua Kandungnya

Milan – Orangtua kandung Mario Ballotelli baru-baru ini berkomentar soal keputusan menelantarkan anaknya itu. Namun sang anak ini justru menyerang balik perhatian “telat” dari ortunya itu.

Baloteli yang kini menjadi salah satu bintang muda Inter Milan lahir di Palermo dari pasangan asal Ghana. Namun perjalanan hidup Balotelli di masa kecil tak bisa dibilang bahagia karena kedua orang tuanya, Thomas dan Rose, meninggalkan dia di rumah sakit tak lama setelah dilahirkan

Selah lima belas tahun lalu “dibuang” oleh orang tua kandungnya, Ballotelli beranjak menjadi pemain sepakbola dengan potensi besar di Nerazurri. Itu semua dia lalui setelah diadopsi Keluarga Balotelli, nama yang kemudian dia pakai sebagai nama belakang.

Kalau Balotelli belakangan kesal dengan orang tua kandungnya, itu lantaran komentar sephihak yang dilontarkan Thomas dan Rose. Belum lama ini Thomas dan Rose muncul di beberapa surat dan mengaku kecewa sekaligus sedih tak bisa ikut merasakan kisah sukses yang dirasakan anaknya kini.

Mereka juga menyebut kalau keputusan menelantarkan Balotelli kecil lantaran kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan. Pernyataan yang dibantah oleh striker kelahiran 12 Agustus 1990 itu.

“Saya ingin menjelaskan beberapa hal mengenai komentar Thomas dan Rose Barwuah, orang tua kandung saya. Mereka mengatakan kalau mereka terpaksa ‘membuang’ anaknya karena tekanan ekonomi. Hal itu salah karena mereka meninggalkan saya di rumah sakit saat masih bayi yang baru lahir dan kemudian menghilang,” tukas Balotelli seperti dilansir Channel4.

“Selama 16 tahun saya tidak pernah menerima telepon ucapan selamat ulang tahun, namun sekarang mereka menghubungi saya setelah saya menjadi pesepakbola Serie A,” sambungnya.

Yang membuat Balotelli sepertinya tak bisa menerima orang tua kandungnya adalah fakta bahwa mereka tak pernah meminta dirinya kembali. Padahal selama diadopsi oleh keluarganya kini, setiap dua tahun dia harus “memperpanjang kontrak” adopsi ke pengadilan.

“Saya tinggal bersama keluarga Baloteli sejak berusia dua tahun dan setiap dua tahun harus mengurus surat perpanjangan adopsi ke pengadilan. Keluarga Barwuah tak pernah meminta saya kembali. Tak ada ikatan antara kami dan di mata saya mereka hanya orang asing,” pungkas dia. ( din / arp )

One thought on “Ironi Balotelli dan Orang Tua Kandungnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s