Posted in My Stories

Lolos dari maut (terkunci di lemari)

Peristiwa ini terjadi ketika saya masih kecil sekitar umur 5 tahun. Pada saat itu saya sedang bermain petak umpet bersama temanku didalam rumah. Kami sangat menikmati permainan ini sampai-sampai terguran ortu untuk bermain diluar rumah kami hiraukan…

Arif –temanku- mendapat giliran jaga. Ketika dia mulai menutup mata dan menghitung, saya dan teman yang lain berlarian untuk mencari tempat persembunyian. Saya pun mencari-cari tempat sembunyi yang kira-kira sulit ditemukan. Lalu, mataku tertuju pada lemari pakaian yang sedang terbuka. Tanpa piker panjang saya langsung masuk ke lemari itu….

Benar saja……!
Ketika yang lain sudah ditemukan, saya belum ditemukan oleh Arif. Saya bisa mendengar dan melihat karena sesekali kubuka pintu lemari sedikit sedikit untuk melihat situasi diluar. Dalam hati pun saya kegirangan karena merasa paling suilt ditemukan..

“Horeee…..” mungkin itu yang ada dalam benakku

Kemudian peristiwa yang tidak diinginkan pun terjadi. Entah Arif sengaja atau tidak, dia menghampiri lemari yang kujadikan tempat persembunyianku dan……..

“cekrek……. cekrek…….” Bunyi pintu lemari dikunci..!!

Arif mengunci pintu lemari dari luar. Awalnya saya tetap berdiam diri dengan maskud agar tidak ketahuan oleh arif.
Selang beberapa menit, saya mulai memanggil-manggil arif karena sudah mulai tidak nyaman berada di lemari terus menerus. Namun teriakanku terasa hambar, mungkin karena aku berada dalam lemari yang hampa udara. Aku pun mulai menggedor-gedor pintu dengan kedua tanganku sambil berteriak,

“bukak…. bukaaaak….”

Entah berapa kali ku mengulang kata itu, namun tak ada yang mendengar
Nafasku semakin sesak. .
Kurasakan keringatku yang mulai bercucuran. .
Rasa lemas mulai menderaku. .

Terkadang ku terdiam, bingung apa yang harus aku lakukan.
Aku tak tahu apa yang kurasakan dan kualami…

Teriakanku mulai mengecil. .
Pukulanku makin melemah. .
Aku mulai merasa putus asa. .

Ketika aku merasa tak punya harapan, tiba-tiba ada suara pintu kamar yang ditutup oleh seseorang. Ku berusaha untuk berteriak dan memukul pintu lagi, namun tubuhku serasa tidak punya tenaga lagi. . .

Dalam pikiranku, inilah kesempatanku untuk bisa keluar.
Dengan sisa tenagaku, kupukul-pukul pintu lemari
Kucoba.  . .  dan kucoba terus. . .
dan. . .

“cekrek. . . cekrek. . “

Pintu pun terbuka
Kurasakan hawa udara yang begitu segar merasuki tubuhku hingga kerelung tubuhku. .
Bak mendapat air di padang pasir. . .

Ku sampai tidak tersadar sudah dalam pelukan seseorang. . . dan terdengar menangis. .

Lalu sedikit demi sedikit ku buka mataku yang belum terbiasa dengan cahaya. Samar-samar kulihat bahwa yang memelukku adalah bibiku
Kesadaranku mulai kembali
Tak terasa bajuku sudah basah kuyup oleh keringatku. .

Sangat lega. . .
Itulah perasaan yang ku rasakan setelah keluar dari lemari
Aku tak tahu apa yang akan terjadi bila bibiku tidak masuk kamar. Bibiku masuk kamar dengan maksud menjalankan ibadah sholal ashar.

Subhanalloh. . . .

4 thoughts on “Lolos dari maut (terkunci di lemari)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s