Posted in Serba Serbi

Kegagalan TQM, kesuksesan six sigma

“TQM sudah mati”. Itulah yang dikatakakan oleh Peter S. Pande. Dia mengungkapkan bahwa six sigma mempunyai potensi untuk sukses melampaui tingkat perbaikan yang telah dicapai melalui banyak usaha TQM. Program-program kualitas dimasa lalu menjadi korban yang melukai hati dan juga reputasi TQM.

Kegagalan TQM dimulai dari ketidakjelasan konsep tentang “kualitas” itu sendiri. Kualitas merupakan istilah yang mempunyai banyak perbedaan makna. Konsep yang tidak jelas membuat kebingungan banyak orang dalam usaha bisnisnya. Apalagi pada pendekatan baru yang saat ini bermunculan, misal sertifikasi ISO9000, hal ini akan menjadi sangat buruk bagi perusahaan apabila konsep “kualitas” pada ISO9000 tidak terintegrasi dengan konsep kualitas yang sudah ada dalam organisasi bisnis anda.

Pada tataran konsep, six sigma mungkin juga mempunyai kesulitan yang sama dengan TQM. Bagaimanapun, kata six sigma tidak dapat dijelaskan secara sempurna. Dalam buku six sigma way, six sigma adalah system bisnis untuk mencapai dan mempertahankan sukses melalui focus pelanggan, manajemen & perbaikan proses, dan penggunaan fakta data secara bijaksana. Dari definisi tersebut sudah sangat jelas ukuran, dan spesifik apa yang dikendaki dari six sigma.

Kelemahan TQM yang paling mudah dideteksi adalah terlalu focus pada kualitas produk. Banyak usaha kualitas dikonsentrasikan pada proses produksi atau pemanufakturan, bukan pada pelayanan, logistic pemasaran atau area-area lainnya.
Sebagai contoh : perusahaan makanan cepat saji menfokuskan tim-timnya pada peningkatan kualitas produk makanan mereka agar lebih higienis, sehat, enak dll ( hal ini memang penting). Namun bila terlalu menekankan pada hal itu, yang terjadi adalah pembeli tidak memperoleh makanan dengan tepat waktu. Hal ini sangat menyimpang dengan dengan tujuan perusahaan tersebut yang menyediakan makanan cepat saji.

3 thoughts on “Kegagalan TQM, kesuksesan six sigma

  1. pendapat tersebut kurang tepat atau bisa dibilang tidak tepat karena untuk mengaplikasikan TQM salah satu tool yang dapat digunakan antara lain six sigma bahkan saat ini sudah ada yang namanya tool lean six sigma artinya kapan dan bagaimana kita dapat memilih tool yang tepat karenan untuk menjadi WCM ( world class manufacture ) karena TQM merupakan teknik manajemen yang terrintegrasi dengan menciptakan improvement dalam semua aspek dengan menggunakan berbagai teknikal tool dengan pedekatan sisiplin yang kuat. banyak perusahaan yang coba menerapkan six sigma kenyataannya tidak sukses jadi perlu dilihat lebih dalam, untuk case yang complex mungkin cocok dan bisa si apply dengan mudah tetapi untuk case yang sederhana gunakan tool lainnya contoh banyak perusahaan jepang tidak menggunakan six sigma tapi sukses dengan konsep TPS atau pakai saja QFD (quality function deployment. intinya banyak tool yang digunakan goal nya cuma customer satisfaction ok … coba baca TQM dari pearson prentice hall by Dale H Besterfiled

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s