Awal ku mengenal six sigma

Saat ini saya sedang menjalani kuliah di jurusan Administrasi publik Universitas Diponegoro. Dalam rangka penulisan skripsi, saya berinisiatif mengambil tema pelayanan publik. Hal ini didasari adanya anggapan masyarakat yang menganggap bahwa beurusan dengan birokrasi merupakan hal yang berbelit-belit, inefisiensi waktu, biaya, dan lain-lain.
Judul yang saya ambil adalah Analisis kualitas pelayanan public di Puskesmas semarang. Atas saran dosen pembimbing –Ibu Sri Suwitri- untuk mengganti metode yang digunakan yaitu metode six sigma. Atas saran itu, saya mulai mempelajari six sigma dengan membaca-baca dari berbagai literature baik buku maupun internet. Awalnya saya mengalami kesulitan dalam memahami six sigma karena ini merupakan “barang baru” buat saya. Meskipun saat ini saya masih mempelajari dan terus belajar mengenai six sigma, tapi saya punya keyakinan bahwa six sigma merupakan terobosan baru dalam layanan publik. Six sigma sudah berhasil di usaha bisnis dan besar kemungkinan juga bisa berhasil apabila diterapkan pada organisasi publik dalam pemberian layanan kepada masyarakat.

Negara adalah pelayan rakyat. Ketika rakyat merasa tidak puas dengan layanan Negara maka Negara itu dianggap gagal.

2 Comments

  1. Menarik, saya umur 40 baru ‘lulus’ training 6 Sigma ;-)

  2. wah saya bisa belajar banyk sama anda…
    nanti saya kirim email anda….
    hehee


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a comment